Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai melakukan verifikasi dan validasi tahap tiga pemberian bantuan rumah tinggal, bagi warga yang terdampak gempa bumi di Kecamatan Palolo dan Kecamatan Nokilalaki.
"Jadi kami sudah mengusulkan data rumah rusak untuk tahap tiga sebanyak 2.379 unit dan segera diusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," kata Kepala Bidang Bencana BPBD Kabupaten Sigi Ahmad Yani di Dolo, Selasa.
Ia mengemukakan seluruh data tersebut merupakan hasil rapat koordinasi tingkat pimpinan yang melibatkan pemerintah daerah, kepolisian, Kejari Sigi, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Inspektorat, camat serta kepala desa di Palolo dan Nokilalaki.
"Jadi proses verifikasi ini dilakukan berlapis dari Dinas Perkim hingga Inspektorat untuk memastikan dokumen data tahap 3 dapat dipertanggungjawabkan," kata Ahmad.
Menurut dia, berdasarkan hasil verifikasi lapangan terdapat 2.379 unit rumah yang terdaftar terbagi ke dalam tiga kategori yakni 1.881 rusak ringan, 429 rusak sedang, dan 69 rusak berat.
Ia menuturkan dalam proses penyusunan data sempat ditemukan kendala administrasi warga yang kehilangan KTP dan Kartu Keluarga (KK), serta kendala sinyal saat pemetaan titik koordinat lokasi.
"Insya Allah seluruh perbaikan data sanggahan dan data tambahan ditargetkan selesai akhir pekan ini," ucap Ahmad.
Ia menyebutkan untuk penanganan rumah rusak berat diusulkan agar mendapatkan hunian sementara (Huntara), sementara untuk kategori rusak sedang dan ringan difokuskan pada perbaikan struktur dan dinding fisik.
"Harapannya bantuan yang diberikan ini lebih diutamakan berbentuk fisik atau barang agar perbaikan hunian warga terdampak bencana dapat langsung terealisasi secara optimal di lapangan," kata Ahmad.
Diketahui bantuan untuk tahap pertama sebanyak 50 unit huntara sudah selesai dikerjakan, dan dilanjutkan pengerjaan tahap dua dengan total 129 unit bagi warga Palolo dan Nokilalaki.
Komentar (0)
Masuk atau buat akun pengunjung terlebih dahulu untuk menulis komentar.