Foto berita
Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pendidikan.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PGRI Sulteng, Syam Zaini, saat memberikan klarifikasi terkait dinamika yang terjadi dalam Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) PGRI Parigi Moutong pada Sabtu (6/9/2026).
Syam Zaini menjelaskan bahwa langkah tegas yang diambil pengurus provinsi dengan meninggalkan lokasi acara merupakan bentuk komitmen menjaga asas independen, unitaristik, dan non-partisan yang menjadi fondasi utama organisasi.
Insiden bermula saat pembahasan jadwal dan tata tertib dalam rapat pleno internal pada Jumat (5/9/2026).
Saat itu, pimpinan sidang bermaksud memasukkan agenda narasumber dari Wali Kota, padahal dalam draf jadwal resmi agenda tersebut tidak tercantum.
Mendapati hal itu, PGRI Sulteng melalui Wakil Ketua Triyono langsung memberikan arahan agar agenda tersebut tidak dimasukkan guna menepis persepsi politik praktis di dalam forum organisasi guru.
"PGRI ini menganut asas independen dan non-partisan, apalagi sebagian besar dari kita adalah ASN. Saya langsung berkomunikasi dengan Ketua PGRI Parigi Moutong, Pak Ghazali, dan beliau menjamin bahwa agenda narasumber tersebut sudah dibatalkan," ujar Syam Zaini saat ditemui wartawan, Senin (7/9/2026).
Atas dasar kesepakatan internal tersebut, Syam Zaini bersama rombongan Pengurus PGRI Sulteng bertolak ke Parigi Moutong pada Sabtu pagi untuk menghadiri pembukaan acara yang dihadiri langsung oleh Bupati Parigi Moutong.
Namun, saat prosesi pembukaan berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA, Wali Kota beserta rombongan mendadak hadir di lokasi kegiatan.
Kehadiran tersebut sempat memicu pertanyaan dari Bupati Parigi Moutong terkait kapasitas dan keterlibatan pejabat luar daerah dalam agenda internal PGRI kabupaten tersebut.
Merasa kesepakatan dan komitmen netralitas organisasi tidak dijalankan sesuai rencana, Syam Zaini beserta jajaran Pengurus PGRI Sulteng secara spontan memilih untuk menyikapi hal tersebut dengan meninggalkan panggung acara.
"Ini murni urusan internal kami dalam menegakkan aturan dan independensi organisasi. Kami ingin memastikan PGRI tetap fokus pada wadah perjuangan guru dan menjaga netralitas ASN dari tarik-menarik kepentingan," pungkas Syam Zaini.(*)
Komentar (0)
Masuk atau buat akun pengunjung terlebih dahulu untuk menulis komentar.