Karena itu, ia meminta pemerintah provinsi, kabupaten dan kota terus memperkuat koordinasi agar pelaksanaan program tidak tumpang tindih dan seluruh kebijakan dapat diarahkan pada prioritas pembangunan yang sama.
Anwar Hafid juga menekankan pentingnya pengelolaan potensi Sulawesi Tengah secara terintegrasi, mulai dari sektor pertanian, industri, pertambangan, kelautan dan perikanan hingga pariwisata.
“Visi besar kita harus diterjemahkan menjadi kerja bersama. Tidak ada program yang bisa berhasil kalau dikerjakan sendiri. Kita harus bergerak dalam satu arah, dengan semangat yang sama, untuk mewujudkan Sulteng Nambaso,” ujarnya.
Melalui Rakor tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya memperkuat sinkronisasi antara kebijakan nasional dan daerah, sekaligus mempercepat pelaksanaan Program BERANI agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. ***
Komentar (0)
Masuk atau buat akun pengunjung terlebih dahulu untuk menulis komentar.